HOLIDAY PLANNER BALI


Courtesy of Mimpi Resort

Courtesy of Mimpi Resort

Yang begini dicari oleh SURPER

Yang begini dicari oleh SURPER

Jimbaran Bay

Jimbaran Bay

Jimbaran- Uluwatu- Nusa Dua

Jimbaran- Uluwatu- Nusa Dua

Courtesy of Beverly Hill Villa Bali

Courtesy of Beverly Hill Villa Bali


BESAKIH
Ibu dari Semua Pura di Bali: BESAKIH
Rumah di Bali

Pintu Masuk Rumah di Bali

fresh fruits

fresh fruits, yang selalu ada

Sayur Segar
Sayur Segar, yang selalu tersedia
SEAFOOD , Jimbaran tempatnya

Ikan Segar,SEAFOOD: Jimbaran salah satu tempatnya

BALI SUBMARINE , Jalan jalan lihat Tropical Fish

BALI SUBMARINE , Jalan jalan lihat Tropical Fish

Bali pada suatu hari

Bali pada suatu hari

Mount Batur View

Mount Batur View

Bali - Courtesy of Four Seasons

Bali - Courtesy of Four Seasons

UBUD

UBUD

Hotel di bibir Pantai

Hotel di bibir Pantai

Spa - Courtesy of The Elysian

Spa - Courtesy of The Elysian

Mesangih

Mesangih

Bersepeda di Bali

Bersepeda di Bali

Temple stone

Temple stone

SELAMAT DATANG DI BALI
JANGAN HANYA MENDENGAR CERITANYA SAJA
BALI TIDAKLAH JAUH,SANGAT DEKAT.

logobrandbali

Ketika saya menulis,saya yakin dan percaya bahwa tangan saya ini akan binasa kelak ,tetapi tulisan saya bisa jadi Kekal.Dan saya tahu bahwa Allah Ta’ala azza wa jalla pasti menanyaiku kelak tentang tulisan saya ini.Aduhai, apakah nanti jawabnya? Ya Allah,ampuni saya.

Courtesy of ALILA ubud

Courtesy of ALILA ubud

Kalau pada zaman Romawi orang melakukan perjalanan wisata karena kebutuhan praktis, dambaan ingin tahu dan dorongan keagamaan, maka pada zaman Hindu di Nusantara / Indonesia khususnya di Bali telah terjadi pula perjalanan wisata karena dorongan keagamaan.

KALENDER

KALENDER

Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11 kemudian Dang Hyang Nirartha (Pedanda Sakti Wawu Rawuh) pada abad ke 16 datang ke Bali sebagai misi keagamaan dengan titik berat pada konsep Upacara.

Miniatur Garuda Wisnu Kencana , di Jimbaran

Miniatur Garuda Wisnu Kencana , di Jimbaran


Perjalanan wisata internasional di Bali telah dimulai pada permulaan abad 20 dimana sebelumnya bahwa Bali diketemukan oleh orang Belanda tahun 1579 yaitu oleh ekspedisi (Cornellis de Houtman) dalam perjalanannya mengelilingi dunia untuk mencari rempah-rempah lalu sampai di Indonesia.

Dari Pulau Jawa misi tersebut berlayar menuju ke Timur dan dari kejauhan terlihatlah sebuah pulau yang merimbun. Dikiranya pulau tersebut menghasilkan rempah-rempah. Setelah mereka mendarat, mereka tidak menemukan rempah-rempah.

Hanya sebuah kehidupan dengan kebudayaannya yang menurut pandangan mereka sangat unik, tidak pernah dijumpai di tempat lain yang dikunjungi selama mereka mengelilingi dunia, alamnya sangat indah dan mempunyai magnet/daya tarik tersendiri. Pulau ini oleh penduduknya dinamakan Bali. Inilah yang mereka laporkan kepada Raja Belanda pada waktu itu.

Kemudian pada tahun 1920 mulailah wisatawan dari Eropa datang ke Bali. Hal ini terjadi berkat dari kapal-kapal dagang Belanda yaitu KPM (Koninklijke Paketcart Maatsckapy) yang dalam usahanya mencari rempah-rempah ke Indonesia dan juga agar kapal-kapal tersebut mendapat penumpang dalam perjalanannya ke Indonesia lalu mereka memperkenalkan Bali di Eropa sebagai (the Island of God).

Dari para wisatawan Eropa yang mengunjungi Bali terdapat pula para seniman, baik seniman sastra, seniman lukis maupun seniman tari. Dalam kunjungan berikutnya banyak para seniman tersebut yang menulis tentang Bali seperti :

Seniman Sastra

Dr Gregor Krause adalah orang Jerman yang dikirim ke Wetherisnds East Idies (Indonesia) bertugas di Bali pada tahun 1921 yang ditugaskan untuk membuat tulisan-tulisan dan foto-foto mengenai tata kehidupan masyarakat Bali. Bukunya telah menyebar ke seluruh Dunia pada tahun 1920 yang bersangkutan tinggal di Bangli.
Miguel Covarrubias dengan bukunya the Island of Bali tahun 1930
Magaret Mead
Collin Mc Phee
Jone Bello
Mrs Menc (Ni Ketut Tantri) dengan bukunya Revolt In Paradise
Roelof Goris dengan bukunya Prasasti Bali menetap di Bali tahun 1928
Lovis Conperus (1863-1923) dengan bukunya Easwords (Melawat ke Timur) memuji tentang Bali terutama Kintamani.
Seniman Lukis

R. Bonet mendirikan museum Ratna Warta
Walter Spies bersama Tjokorde mendirikan yayasan Pita Maha. Disamping dikenal sebagai pelukis ia juga mengarang buku dengan judul Dance dan Drama in Bali. Pertama kali ke Bali tahun 1925.
Arie Smith yang membentuk aliran young artist
Le Mayeur orang Belgia mengambil istri di Bali tinggal di Sanur tahun 1930 dengan Museum Le Mayeur di Bali 5. Mario Blanco orang Spanyol juga seorang pelukis beristrikan orang Bali dan menetap di Ubud.
Dan banyak lagi seniman baik asing maupun Nusantara disamping menetap, mengambil obyek baik lukisan maupun tulisan mengenai Bali. Dan tulisan-tulisan mengenai Bali mulai tahun 1920 sudah menyebar keseluruh Eropa dan Amerika.

Para Wisatawan asing yang sudah pernah ke Bali lalu menceritakan pengalaman kunjungannya selama di Bali kepada teman-temannya. Penyebaran informasi mengenai Bali baik karena tulisan-tulisan tentang Bali maupun cerita dari mulut ke mulut menyebabkan Bali dikenal di manca negara. Bahkan sampai saat ini nama Bali masih lebih dikenal umum dibandingkan dengan nama Indonesia di mancanegara.

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka penyebaran informasi mengenai daerah tujuan wisata (DTW). Bali selalu mengutamakan nama Indonesia, baik itu penyebaran informasi melalui brosur-brosur maupun pada pameran-pameran yang diadakan di negara asing. Sehingga dengan demikian diharapkan nama Indonesia lebih dikenal dan dipahami bahwa Bali adalah salah satu propinsi yang ada di Indonesia dan merupakan bagian dari Indonesia, bukan sebaliknya.

Untuk menampung kedatangan wisatawan asing ke Bali maka pada tahun 1930 didirikanlah hotel yang pertama di Bali yaitu Bali Hotel yang terletak di jantung kota Denpasar, disamping itu juga ada sebuah pesanggrahan yang terletak di kawasan wisata Kintamani.

Pesanggrahan sangat strategis untuk dapat melihat pemandangan alam Kintamani yang unik dan mempunyai daya tarik tersendiri di mata wisatawan, bahkan pesanggrahan tersebut sangat strategis untuk menyaksikan saat Gunung Batur meletus maupun mengeluarkan asap.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, saat Gunung Batur meletus banyak roh-roh halus menyebar di sekitar Kintamani, karena itu masyarakat setempat membuat upacara agar ketentraman Desa terpelihara.

Pada saat Gunung Batur meletus pada tahun1994 yang lalu kawasan Kintamani makin banyak dikunjungi wisatawan yang ingin menyaksikan atraksi kegiatan Gunung Batur. Dan masyarakat setempat pun kebagian rezeki dari kunjungan tersebut.

Nama Bali makin terkenal setelah pada tahun 1932 rombongan Legong Peliatan melanglang buana ke Eropa dan Amerika atas prakarsa orang-orang asing dan pada tahun berikutnya makin banyak saja seni tari Bali yang diajak melanglang buana ke mancanegara. Selama pementasan selalu pertunjukan tersebut mendapat acungan jempol.

Makin terkenalnya nama Bali di mancanegara, kunjungan wisatawan asing makin banyak datang ke Bali. Berbagai julukan diberikan kepada Bali antara lain :

The Island of Gods
The Island of Paradise
The Island of Thousand Temples
The Morning of The World oleh Pandit Jawahral Nehru
The Last Paradise on Earth dan lain sebagainya.
Kesemarakan Pariwisata Bali pernah terhenti karena meletusnya Perang Dunia I tahun 1939 – 1941 dan Perang Dunia II tahun 1942-1945 dan dilanjutkan dengan Revolusi Kemerdekaan RI tahun 1942-1949.

Baru pada tahun 1956 kepariwisataan di Bali dirintis kembali. Pada tahun 1963 didirikan Hotel Bali Beach (Grand Bali Beach sekarang) dan diresmikan pada bulan November 1966. Hotel Bali Beach (Grand Bali Beach) mempunyai sejarah tersendiri dimana merupakan satu-satunya hotel berlantai 9 (sembilan) tingginya lebih dari 15 meter.

Hotel ini dibangun sebelum ada ketentuan bahwa bangunan di Bali maksimal tingginya 15 meter, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kdh. Tk. I Bali tanggal 22 November 1971 Nomor 13/Perbang. 1614/II/a/1971. Isinya antara lain bahwa bangunan di Daerah Bali tingginya maksimal setinggi pohon kelapa atau 15 meter.

Hotel Bali Beach dibangun atas biaya dari rampasan perang Jepang. Hotel tersebut pernah terbakar pada tanggal 20 Januari 1993, pada saat hotel tersebut terbakar terjadi keanehan yaitu kamar nomor 327, satu-satunya kamar yang tidak terbakar sama sekali.

Setelah Hotel Bali Beach diresmikan pada bulan November 1966 maka bulan Agustus 1969 diresmikan Pelabuhan Udara Ngurah Rai sebagai pelabuhan internasional. Kepariwisataan di Bali dilaksanakan secara lebih intensif, teratur dan terencana yaitu ketika dimulai dicanangkan Pelita I pada April 1969.

Sumber: Baliaga.com

Ngurah Rai International  Airport Courtesy of Google

Ngurah Rai International Airport Courtesy of Google

logobrandbali

Kalau anda jalan jalan di Bali, anda bisa melihat Panorama Indah ini.

Kalau anda jalan jalan di Bali, anda bisa melihat Panorama Indah ini.

Anda perempuan dan tergolong yang masih kuatir travelling sendirian?
Apa persisnya yang Anda kawatirkan? Soal keamanan?

Sekarang banyak perempuan melakukan perjalanan jarak jauh sendirian, baik untuk urusan bisnis ataupun sekedar untuk senang-senang. Meski alasan perjalanan perempuan umumnya sama dengan pria, perempuan memang perlu beri perhatian ekstra pada beberapa hal, dari isu seputar masalah keamanan sampai budaya. Namun semua itu dapat diatasi dengan mengambil langkah-langkah pecegahan.

Demi alasan keamanan, juga anggaran dan kenyamanan, sebuah perjalanan harus direncakan setiap langkahnya, mulai dari pengepakan sampai pemilihan kamar hotel. American Society of Travel Agents (ASTA) memberikan tips berikut bagi perempuan yang hendak melakukan perjalan sendirian.

Tahu Sebelum Berangkat

Cari tahulah informasi tentang daerah tujuan sebanyak mungkin, terutama jika bepergian ke luar negeri. Keyakinan agama dan budaya suatu daerah dapat langsung berdampak pada Anda yang bisa memaksa Anda menyesuaikan cara berpakaian dan bertindak dengan kebiasaan masyarakat lokal. Apa yang dianggap sebagai pelecehan seksual di sebuah negara misalnya, bisa jadi bukan soal serius di negara lain. Sebaiknya Anda tidak berpakaian ketat atau terbuka yang memperlihatkan bagian tubuh demi mencegah perhatian yang tidak perlu.

Di Hotel

Saat memasuki hotel, carilah petugas yang akan sering berhubungan dengan tamu dan memonitor setiap orang yang masuk dan keluar hotel. Tanyakan jika ada petugas yang bersedia mengantar Anda ke kamar saat Anda masuk hotel pada malam hari. Mintalah kamar di lantai atas, dekat dengan lift, namun jauh dari pintu darurat, tangga, dan segala macam pekerjaan renovasi. Jangan pernah menerima kamar jika petugas hotel menyebut nama atau nomor kamar Anda dengan suara keras.

Selagi di front desk, ambil kartu nama hotel (yang ada nama, alamat, dan nomor telepon) dan simpanlah kartu tersebut. Ketika masuk kamar, pastikan pintunya punya tempat untuk mengintip dan selot berantai (deadbolt). Jika tidak ada, jangan pernah membuka pintu bagi orang yang tidak Anda kenal.

Dokumen Perjalanan

Buatkan dua salinan dokumen penting perjalanan -satu dibawa dalam perjalan, satu lagi untuk di simpan teman-teman atau keluarga di rumah.

Mengepak Secara Cerdas

Paklah bawaan seringan mungkin sehingga Anda tidak terbebani dan kelihatan keberatan beban karena dua kondisi itu akan membuat Anda jadi sasaran ideal para pencopet. Hindari tas atau pakaian yang kelihatan mahal. Kunci semua koper dan gunakan tas dengan tag alamat kantor ketimbang alamat rumah. Bawalah cukup satu kartu kredit dan jangan simpan uang Anda pada satu tempat.

Transportasi

Sebelum berangkat, cari tahu pilihan moda transportasi yang tersedia di daerah tujuan, terutama jika Anda tiba pada malam hari. Biro perjalanan biasanya dapat membantu menentukan pilihan yang teraman dan membuat rencana yang perlu. Jika menyewa kendaraan, pelajarilah peta, tulisankan rute perjalan, dan bawa serta telepon seluler.

Ketahui Kondisi Sekitar Anda

Pelajari peta lokasi yang akan dikunjungi sehingga saat menjelajahi daerah tujuan, Anda tidak terlihat seperti turis yang tersesat. Tanyakan di mana ada tempat penitipan barang, dan yang lebih penting, mana daerah yang terlarang untuk dikunjungi.

Sumber: EGP (kompas)
Semoga bermanfaat

Jalan Jalan Sendirian

Jalan Jalan Sendirian

Independent Traveller

Seringkali kita bertemu atau melihat turis bule, memanggul tas ransel yang nampak berat, berpenampilan dekil dan selalu membawa buku petunjuk travelling bernama Lonely Planet. Biasanya mereka ini mangkal di Jl Jaksa Jakarta atau jika di Bali mereka menginap di sederetan losmen seputar pantai di Kuta. Tersesat, kehabisan uang saku, atau?

Mereka ini yang disebut backpacker atau sekarang lebih terkenal dengan Independent Traveller. Gelombang turis ini dimulai ketika Tony dan Maureen Wheeler melakukan perjalanan dari London ke Sydney melalui Eropa dan Asia. Setelah perjalanan usai, pasangan ini menulis cerita perjalanan, berikut peta yang dibuat sendiri, dan informasi-informasi penting lain dalam sebuah buku berjudul “Overland Asia” di tahun 1973. Sejak itu lahirlah Lonely Planet : buku petunjuk travelling ke negara-negara yang jarang dikunjungi. Saat ini berbagai buku serupa lahir seperti : Rough Guide, Footprint, Frommers, Periplus, dan sebagainya.

Asyiknya Independent Traveller

Independent Traveller ini tidak terikat dengan jadwal perjalanan yang ketat seperti halnya sebuah tur. Alasan utama mereka untuk mengatur sendiri jadwal perjalanan karena beberapa hal, diantaranya adalah keinginan untuk lebih dekat dengan objek selama perjalanan.

Misalnya: dengan penduduk setempat, mengenal bahasa dan budaya dengan tak hanya sekedar berkunjung, melihat dan lantas pulang seperti halnya dalam sebuah tur. Terkadang mereka bisa tinggal berhari-hari di rumah penduduk hanya untuk merasakan kehidupan disana. Fleksibilitas inilah yang sangat ingin dirasakan Independent Traveller. Mereka bisa berkomunikasi langsung, melihat dari dekat tanpa protokol waktu yang sering terjadi jika mengikuti sebuah tur.

Seorang Independent Traveller cewek asal Inggris yang ditemui berkeliling Pulau Sumatera, ketika saya tanya mengungkapkan pengalamannya di beberapa negara Asia. Baginya perjalanan di negara-negara Asia sangat aman bagi perempuan single dengan catatan bahwa kita harus menghormati adat kebiasaan setempat. Contohnya: cara berpakaian, cara menegur, mengucapkan terimakasih adalah etiket yang secara umum harus dipahami sebelum melakukan backpacking.

Kultur dan budaya memisahkan barat dan timur, namun selalu ada jembatan yang manis antara keduanya. Baginya backpacking tidak hanya sebuah hobi atau rutinitas, namun sebuah upaya untuk mengenal dari dekat budaya masyarakat di Asia. Dari sejarah keluarga ia juga mengetahui nenek moyangnya dari India, maka perjalanan ke India adalah merunut kembali alur keluarga.

Alasan lainya adalah backpacking dianggap alternatif murah untuk melakukan perjalanan. Tidak hanya menekan biaya transportasi namun juga biaya penginapan. Mereka biasanya tidak terlalu menghendaki tinggal di hotel berbintang. Baginya, biarpun murah asal bersih dengan standar kamar mandi yang baik sudah cukup. Tak heran kelas guesthouse dan melati menjadi pilihan utama. Khaosan Rd di Thailand adalah sebuah kawasan backpacking penuh dengan hostel melati seperti halnya Bali dengan Jimbaran.

Informasi via Internet

Para Independent Traveller juga cenderung mengatur rencana perjalanan sendiri dimulai dari riset, pencarian tiket pesawat/transportasi, visa bahkan memesan hotel/losmen. Independent berarti kemerdekaan penuh untuk menentukan tujuan (destinasi), dengan apa kita travel (transportasi) dan juga tempat kita tinggal (akomodasi). Sesuatu yang tidak bisa didapatkan dari sebuah tur yang diatur oleh travel agent. Kepercayaan diri yang tinggi ini karena kekayaan informasi yang diperoleh bukan saja dari buku tetapi juga dari internet.

Sangat banyak informasi tentang destinasi yang diperoleh lewat mailing list, online forum, website dan juga blog. Beberapa diantaranya: virtualtourist.com, roughguide.com, lonelyplanet.com atau bootsnall.com. Untuk Indonesia, informasi serupa lebih banyak dikonsentrasikan di pulau Bali sedang wilayah lainnya masih perlu dikembangkan lagi.

Mengalirnya pergerakan turis Independent Traveller ini mulai terasa di Indonesia setelah era budget flight atau penerbangan murah merebak di tanah air maupun luar negeri. Airasia sebuah penerbangan berbasis di Malaysia menjangkau Indonesia setelah merangkul Awair juga LionAir dengan jaringannya. Sedang di tingkat Asia Tenggara muncul Valuair, Jetstar Asia, Tiger Airways, atau SilkAir. Travel dengan pesawat terbang bukan lagi sebuah kemewahan tetapi menjadi sebuah alternatif yang murah, seperti slogan Airasia : “Now Everyone Can fly”.

Memesan tiket via internet tidak lagi dihadapi dengan ketakutan. Batas negara bukan tempat untuk berhenti. Mitos bahwa memesan tiket lewat travel agent lebih murah dipatahkan dengan kemampuan e-tiket yang efisien, cepat dan ekonomis. Lewat internet perusahaan penerbangan tidak perlu membuka kantor cabang dengan menggaji karyawan bahkan mengeluarkan dokumen tiket. Pemesan cukup diberi referensi dalam email dan cetak email cukup diakui ketika check in.

Independent Traveller ini menjadi gaya hidup bukan saja bagi anak muda, namun bagi keluarga dan juga perempuan mandiri. Tak jarang ditemui keluarga dengan anak-anak bahkan balita diajak menikmati gaya travel model ini dengan suka cita. Di Laos ketika orang mungkin tidak mau berkunjung kecuali dengan fasilitas penuh, saya sering menemui sebuah keluarga dengan bayi yang berusia di bawah satu tahun. Juga perempuan-perempuan yang menjelajah baik sendiri maupun dengan kawan yang saya temui di negara Vietnam, Thailand, bahkan di negara Irlandia.

Untuk perempuan single, amat banyak informasi yang diberikan juga tips-tips menarik baik dari guidebooks dengan tema ‘woman traveller’ atau websites yang didedikasikan khusus untuk perempuan seperti : womentraveltips.com.

Bagi negara-negara tertentu (termasuk Indonesia!), perempuan jalan sendiri dipandang tidak lazim. Untuk mengurangi pelecehan ataupun kemungkinan kejahatan, Independent Traveller perempuan mencari teman seperjalanan. Karena itu sebuah forum atau milis sangat berguna untuk mencari kawan jalan yang bisa berbagi, baik biaya juga aktivitas selama perjalanan. Dengan berbagi bukan saja menambah keberanian tapi juga menekan biaya akomodasi dan makan. Dengan adanya teman seperjalanan juga dapat membuat keputusan bersama berdasarkan pertimbangan yang matang.

Milis dan website Indobackpacker.com berusaha memberikan inspirasi Independent Traveller yang ingin menjelajahi wilayah Indonesia dan luar negeri Saat ini milis ini telah beranggotakan 1300-an orang semenjak didirikan Setember 2004. Selain berbagi informasi tentang tempat-tempat menarik terutama di Indonesia, juga mengeksplorasi wilayah-wilayah yang belum banyak dikunjungi.

Jadi, kenapa tidak mencoba?

oleh: Ambar Briastuti

Pemilik, moderator dan penjaga gawang forum Indobackpacker : sebuah milis tentang Independent Traveller dari Indonesia, berisi informasi destinasi dalam dan luar negeri. Juga mendedikasikan blog untuk para backpacker Indonesia.

Semoga Bermanfaat


logobrandbali1

Halaman Berikutnya »