
Yang begini dicari oleh SURPER

Jimbaran Bay

Jimbaran- Uluwatu- Nusa Dua

Courtesy of Beverly Hill Villa Bali
1 Desember 2008
Pintu Masuk Rumah di Bali
fresh fruits, yang selalu ada
![]()
Sayur Segar, yang selalu tersedia

Ikan Segar,SEAFOOD: Jimbaran salah satu tempatnya

BALI SUBMARINE , Jalan jalan lihat Tropical Fish

Bali pada suatu hari

Mount Batur View

Bali - Courtesy of Four Seasons

UBUD

Hotel di bibir Pantai

Spa - Courtesy of The Elysian

Mesangih

Bersepeda di Bali

Temple stone
SELAMAT DATANG DI BALI
JANGAN HANYA MENDENGAR CERITANYA SAJA
BALI TIDAKLAH JAUH,SANGAT DEKAT.

13 Oktober 2008

Kalau anda jalan jalan di Bali, anda bisa melihat Panorama Indah ini.
Anda perempuan dan tergolong yang masih kuatir travelling sendirian?
Apa persisnya yang Anda kawatirkan? Soal keamanan?
Sekarang banyak perempuan melakukan perjalanan jarak jauh sendirian, baik untuk urusan bisnis ataupun sekedar untuk senang-senang. Meski alasan perjalanan perempuan umumnya sama dengan pria, perempuan memang perlu beri perhatian ekstra pada beberapa hal, dari isu seputar masalah keamanan sampai budaya. Namun semua itu dapat diatasi dengan mengambil langkah-langkah pecegahan.
Demi alasan keamanan, juga anggaran dan kenyamanan, sebuah perjalanan harus direncakan setiap langkahnya, mulai dari pengepakan sampai pemilihan kamar hotel. American Society of Travel Agents (ASTA) memberikan tips berikut bagi perempuan yang hendak melakukan perjalan sendirian.
Tahu Sebelum Berangkat
Cari tahulah informasi tentang daerah tujuan sebanyak mungkin, terutama jika bepergian ke luar negeri. Keyakinan agama dan budaya suatu daerah dapat langsung berdampak pada Anda yang bisa memaksa Anda menyesuaikan cara berpakaian dan bertindak dengan kebiasaan masyarakat lokal. Apa yang dianggap sebagai pelecehan seksual di sebuah negara misalnya, bisa jadi bukan soal serius di negara lain. Sebaiknya Anda tidak berpakaian ketat atau terbuka yang memperlihatkan bagian tubuh demi mencegah perhatian yang tidak perlu.
Di Hotel
Saat memasuki hotel, carilah petugas yang akan sering berhubungan dengan tamu dan memonitor setiap orang yang masuk dan keluar hotel. Tanyakan jika ada petugas yang bersedia mengantar Anda ke kamar saat Anda masuk hotel pada malam hari. Mintalah kamar di lantai atas, dekat dengan lift, namun jauh dari pintu darurat, tangga, dan segala macam pekerjaan renovasi. Jangan pernah menerima kamar jika petugas hotel menyebut nama atau nomor kamar Anda dengan suara keras.
Selagi di front desk, ambil kartu nama hotel (yang ada nama, alamat, dan nomor telepon) dan simpanlah kartu tersebut. Ketika masuk kamar, pastikan pintunya punya tempat untuk mengintip dan selot berantai (deadbolt). Jika tidak ada, jangan pernah membuka pintu bagi orang yang tidak Anda kenal.
Dokumen Perjalanan
Buatkan dua salinan dokumen penting perjalanan -satu dibawa dalam perjalan, satu lagi untuk di simpan teman-teman atau keluarga di rumah.
Mengepak Secara Cerdas
Paklah bawaan seringan mungkin sehingga Anda tidak terbebani dan kelihatan keberatan beban karena dua kondisi itu akan membuat Anda jadi sasaran ideal para pencopet. Hindari tas atau pakaian yang kelihatan mahal. Kunci semua koper dan gunakan tas dengan tag alamat kantor ketimbang alamat rumah. Bawalah cukup satu kartu kredit dan jangan simpan uang Anda pada satu tempat.
Transportasi
Sebelum berangkat, cari tahu pilihan moda transportasi yang tersedia di daerah tujuan, terutama jika Anda tiba pada malam hari. Biro perjalanan biasanya dapat membantu menentukan pilihan yang teraman dan membuat rencana yang perlu. Jika menyewa kendaraan, pelajarilah peta, tulisankan rute perjalan, dan bawa serta telepon seluler.
Ketahui Kondisi Sekitar Anda
Pelajari peta lokasi yang akan dikunjungi sehingga saat menjelajahi daerah tujuan, Anda tidak terlihat seperti turis yang tersesat. Tanyakan di mana ada tempat penitipan barang, dan yang lebih penting, mana daerah yang terlarang untuk dikunjungi.
Sumber: EGP (kompas)
Semoga bermanfaat

Jalan Jalan Sendirian
Independent Traveller
Seringkali kita bertemu atau melihat turis bule, memanggul tas ransel yang nampak berat, berpenampilan dekil dan selalu membawa buku petunjuk travelling bernama Lonely Planet. Biasanya mereka ini mangkal di Jl Jaksa Jakarta atau jika di Bali mereka menginap di sederetan losmen seputar pantai di Kuta. Tersesat, kehabisan uang saku, atau?
Mereka ini yang disebut backpacker atau sekarang lebih terkenal dengan Independent Traveller. Gelombang turis ini dimulai ketika Tony dan Maureen Wheeler melakukan perjalanan dari London ke Sydney melalui Eropa dan Asia. Setelah perjalanan usai, pasangan ini menulis cerita perjalanan, berikut peta yang dibuat sendiri, dan informasi-informasi penting lain dalam sebuah buku berjudul “Overland Asia” di tahun 1973. Sejak itu lahirlah Lonely Planet : buku petunjuk travelling ke negara-negara yang jarang dikunjungi. Saat ini berbagai buku serupa lahir seperti : Rough Guide, Footprint, Frommers, Periplus, dan sebagainya.
Asyiknya Independent Traveller
Independent Traveller ini tidak terikat dengan jadwal perjalanan yang ketat seperti halnya sebuah tur. Alasan utama mereka untuk mengatur sendiri jadwal perjalanan karena beberapa hal, diantaranya adalah keinginan untuk lebih dekat dengan objek selama perjalanan.
Misalnya: dengan penduduk setempat, mengenal bahasa dan budaya dengan tak hanya sekedar berkunjung, melihat dan lantas pulang seperti halnya dalam sebuah tur. Terkadang mereka bisa tinggal berhari-hari di rumah penduduk hanya untuk merasakan kehidupan disana. Fleksibilitas inilah yang sangat ingin dirasakan Independent Traveller. Mereka bisa berkomunikasi langsung, melihat dari dekat tanpa protokol waktu yang sering terjadi jika mengikuti sebuah tur.
Seorang Independent Traveller cewek asal Inggris yang ditemui berkeliling Pulau Sumatera, ketika saya tanya mengungkapkan pengalamannya di beberapa negara Asia. Baginya perjalanan di negara-negara Asia sangat aman bagi perempuan single dengan catatan bahwa kita harus menghormati adat kebiasaan setempat. Contohnya: cara berpakaian, cara menegur, mengucapkan terimakasih adalah etiket yang secara umum harus dipahami sebelum melakukan backpacking.
Kultur dan budaya memisahkan barat dan timur, namun selalu ada jembatan yang manis antara keduanya. Baginya backpacking tidak hanya sebuah hobi atau rutinitas, namun sebuah upaya untuk mengenal dari dekat budaya masyarakat di Asia. Dari sejarah keluarga ia juga mengetahui nenek moyangnya dari India, maka perjalanan ke India adalah merunut kembali alur keluarga.
Alasan lainya adalah backpacking dianggap alternatif murah untuk melakukan perjalanan. Tidak hanya menekan biaya transportasi namun juga biaya penginapan. Mereka biasanya tidak terlalu menghendaki tinggal di hotel berbintang. Baginya, biarpun murah asal bersih dengan standar kamar mandi yang baik sudah cukup. Tak heran kelas guesthouse dan melati menjadi pilihan utama. Khaosan Rd di Thailand adalah sebuah kawasan backpacking penuh dengan hostel melati seperti halnya Bali dengan Jimbaran.
Informasi via Internet
Para Independent Traveller juga cenderung mengatur rencana perjalanan sendiri dimulai dari riset, pencarian tiket pesawat/transportasi, visa bahkan memesan hotel/losmen. Independent berarti kemerdekaan penuh untuk menentukan tujuan (destinasi), dengan apa kita travel (transportasi) dan juga tempat kita tinggal (akomodasi). Sesuatu yang tidak bisa didapatkan dari sebuah tur yang diatur oleh travel agent. Kepercayaan diri yang tinggi ini karena kekayaan informasi yang diperoleh bukan saja dari buku tetapi juga dari internet.
Sangat banyak informasi tentang destinasi yang diperoleh lewat mailing list, online forum, website dan juga blog. Beberapa diantaranya: virtualtourist.com, roughguide.com, lonelyplanet.com atau bootsnall.com. Untuk Indonesia, informasi serupa lebih banyak dikonsentrasikan di pulau Bali sedang wilayah lainnya masih perlu dikembangkan lagi.
Mengalirnya pergerakan turis Independent Traveller ini mulai terasa di Indonesia setelah era budget flight atau penerbangan murah merebak di tanah air maupun luar negeri. Airasia sebuah penerbangan berbasis di Malaysia menjangkau Indonesia setelah merangkul Awair juga LionAir dengan jaringannya. Sedang di tingkat Asia Tenggara muncul Valuair, Jetstar Asia, Tiger Airways, atau SilkAir. Travel dengan pesawat terbang bukan lagi sebuah kemewahan tetapi menjadi sebuah alternatif yang murah, seperti slogan Airasia : “Now Everyone Can fly”.
Memesan tiket via internet tidak lagi dihadapi dengan ketakutan. Batas negara bukan tempat untuk berhenti. Mitos bahwa memesan tiket lewat travel agent lebih murah dipatahkan dengan kemampuan e-tiket yang efisien, cepat dan ekonomis. Lewat internet perusahaan penerbangan tidak perlu membuka kantor cabang dengan menggaji karyawan bahkan mengeluarkan dokumen tiket. Pemesan cukup diberi referensi dalam email dan cetak email cukup diakui ketika check in.
Independent Traveller ini menjadi gaya hidup bukan saja bagi anak muda, namun bagi keluarga dan juga perempuan mandiri. Tak jarang ditemui keluarga dengan anak-anak bahkan balita diajak menikmati gaya travel model ini dengan suka cita. Di Laos ketika orang mungkin tidak mau berkunjung kecuali dengan fasilitas penuh, saya sering menemui sebuah keluarga dengan bayi yang berusia di bawah satu tahun. Juga perempuan-perempuan yang menjelajah baik sendiri maupun dengan kawan yang saya temui di negara Vietnam, Thailand, bahkan di negara Irlandia.
Untuk perempuan single, amat banyak informasi yang diberikan juga tips-tips menarik baik dari guidebooks dengan tema ‘woman traveller’ atau websites yang didedikasikan khusus untuk perempuan seperti : womentraveltips.com.
Bagi negara-negara tertentu (termasuk Indonesia!), perempuan jalan sendiri dipandang tidak lazim. Untuk mengurangi pelecehan ataupun kemungkinan kejahatan, Independent Traveller perempuan mencari teman seperjalanan. Karena itu sebuah forum atau milis sangat berguna untuk mencari kawan jalan yang bisa berbagi, baik biaya juga aktivitas selama perjalanan. Dengan berbagi bukan saja menambah keberanian tapi juga menekan biaya akomodasi dan makan. Dengan adanya teman seperjalanan juga dapat membuat keputusan bersama berdasarkan pertimbangan yang matang.
Milis dan website Indobackpacker.com berusaha memberikan inspirasi Independent Traveller yang ingin menjelajahi wilayah Indonesia dan luar negeri Saat ini milis ini telah beranggotakan 1300-an orang semenjak didirikan Setember 2004. Selain berbagi informasi tentang tempat-tempat menarik terutama di Indonesia, juga mengeksplorasi wilayah-wilayah yang belum banyak dikunjungi.
Jadi, kenapa tidak mencoba?
oleh: Ambar Briastuti
Pemilik, moderator dan penjaga gawang forum Indobackpacker : sebuah milis tentang Independent Traveller dari Indonesia, berisi informasi destinasi dalam dan luar negeri. Juga mendedikasikan blog untuk para backpacker Indonesia.
Semoga Bermanfaat
